• West Java Kingdom


    Kerajaan di Barat Jawa
    Penelusuran Sejarah antara Legenda dan Fakta

  • West Java Kingdom

    Search of the History between Legend and Fact

  • West Java Kingdom

    Seni, Tradisi, Budaya, dan Wisata Sejarah

Posted by Republik Anggalarang
No comments | 3:08 PM
Setelah Prabu Tajimalela turun tahta, maka Prabu Gajah Agung meneruskan tampuk kekuasaan Kerajaan Tembong Agung dan ibukota kerajaannya dipindahkan dari Leuwihideung, Darmaraja ke Ciguling, Pasanggrahan, Sumedang Selatan sesuai titah dari Prabu Tajimalela. Mulai saat itu Kerajaan Tembong Agung lebih dikenal dengan nama Kerajaan Geger Hanjuang.

PRABU GAJAH AGUNG / ATMADIBRATA  (1492 -1502)
Karena kepindahan pusat kerajaannya ke Ciguling, maka Prabu Gajah Agung dikenal juga dengan sebutan Prabu Pagulingan.
Prabu Gajah Agung diberi senjata pusaka yang sangat ampuh oleh ayahnya yaitu berupa pedang “Ki Mastak” dan keris “Ki Dukun”, yang hingga saat ini bisa disaksikan di Museum Geusan Ulun Sumedang.
Prabu Gajah Agung memiliki dua orang anak, yang pertama bernama Ratu Istri Rajamantri (akhirnya dipreristri oleh Prabu Jayadewata / Prabu Siliwangi dan dibawa ke Pakuan), sedangkan anaknya yang kedua yaitu Sunan Guling menjadi penerus Kerajaan Geger Hanjuang.
Prabu Gajah Agung wafat dan dimakamkan di Cicanting Darmaraja.

SUNAN GULING / PRABU MERTALAYA (1502 – 1515)
            Sunan Guling wafat pada tahun 1515, kemudian digantikan putranya, Sunan Tuakan (Tirta Kusuma).

SUNAN TUAKAN   / TIRTA KUSUMA (1515 – tidak diketahui)
Merupakan putra dari Sunan Guling. Dikarenakan Sunan Tuakan tidak memiliki anak laki-laki, maka yang meneruskan kerajaan Geger Hanjuang adalah putrinya semata wayang yang bernama Nyi Mas Ratu Patuakan.

NYI MAS RATU PATUAKAN (sampai tahun 1530)
Nyi Mas Ratu Patuakan memiliki suami yang bernama Batara Sakawayana / Sunan Corenda (anak dari Kusumalaya dan Ratu Simbarkancana dari Kerajaan Talaga).
Dari pernikahannya itu, lahirlah puteri yang bernama Nyi Mas Ratu Inten Dewata / Satyasih yang bergelar Ratu Pucuk Umum (“umum” = sembah) Sumedang dan kemudian menjadi penerus tahta bagi Kerajaan Geger Hanjuang.
Pada masa kekuasaan Nyi Mas Ratu Patuakan (sekitar tahun 1529), agama Islam mulai menyebar di wilayah Sumedang. Penyebar agama Islam adalah Maulana Muhamad / Pangeran Palakaran (putera dari Maulana Abdurahman / Pangeran Panjuanan).

NYI MAS RATU INTEN DEWATA / RATU PUCUK UMUM SUMEDANG
Setelah Nyi Mas Ratu Inten Dewata berkuasa maka beliau memindahkan ibukota kerajaan dari Ciguling ke Kutamaya. Mulai saat itu, nama Geger Hanjuang ikut berubah juga menjadi Kerajaan Sumedanglarang.

0 comments:

Post a Comment

kembali ke atas